Puisi Gugur Karya W.S. Rendra Semangat Cinta Bumi Tercinta Indonesia dan Video Cara Membacanya


Entah kenapa saat mendengar puisi GUGUR karya WS Rendra ada sesuatu yang terbesit dalam hati dan semangat merasuk dalam jiwa tentang kecintaan pada negeri. Perjuagan pahlawan yang diceritakan di dalam puisi ini membuat penjiwaan pembacanya begitu mengena. Puisi ini pas sekali jika didengarkan saat pagi hari menemani kita persiapan bekerja. Boleh juga sore hari menemani rehat kita. Bagi sahabat yang traveling enak sambil pakai headset mendengarkannya.

Puisi ini pernah dibacakan juga oleh Aril Atma Jaya siswa SDN Jambekumbu 01 Kecamatan Pasrujambe dalam lomba PEGA Competetion di SMPN 3 Jember. Juri tergeleng-geleng saat Aril membacakan puisi Guru karya WS Rendra. Sayang dulu tidak sempat merekam ia saat membaca puisi itu. Kita lihat teks dan video puisi GUGUR karya WS Rendra di bawah ini.

Berikut ini salah satu video bagus cara membaca puisi GUGUR karya WS Rendra dibacakan oleh Ghozali Saputra. Simak dengan seksama ya …



GUGUR
karya w.s rendra

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya
Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya

Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya

---------------------------------------------

Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya
Belum lagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
” Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Karena kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah jiwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang.”

Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Karena api menyala di kota Ambarawa

---------------------------------------------

Orang tua itu kembali berkata :
“Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya!
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!”

Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya.


Bagi Anda yang ingin dimuat saat membaca puisi ini, bisa dikirim videonya chat ke 082 333 56 222 1. Kami tunggu ya. Jangan lupa membagikan video ini.

puisi kecintaan negeri  yang lain klik di sini


0 Response to "Puisi Gugur Karya W.S. Rendra Semangat Cinta Bumi Tercinta Indonesia dan Video Cara Membacanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel